August 17 2017 09:10:53  
Search
Search the entire site:
Navigation
Home
Forum
News
Photo Gallery
Web Links
Contact Us
Credits
Search
Donate
Shop
Video Gallery
Buy/Sell & Ads
LowePro: The Trusted Original
Authorized Sony Center Surabaya
Informasi Pemasangan Iklan
SONY Indonesia
Google Ads.
Events
<< August 2017 >>
Mo Tu We Th Fr Sa Su
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31      
View Thread
 Print Thread
Tanggung jawab moral fotografer

Adonk
Menyimak berita di http://travel.oke...1/redirect
MAGELANG - Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Waisak di Candi Borobudur tahun ini menarik banyak wisatawan. Sayangnya, kesakralan hari suci umat Buddha ini menjadi ternodai karenanya.

Tahun ini, Candi Borobudur tetap dibuka untuk umum saat prosesi Waisak. Ribuan turis, baik lokal maupun mancanegara, memadati candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, ini. Kebanyakan turis mengaku menanti ritual pelepasan seribu lampion, yang menjadi penanda berakhirnya prosesi Waisak tahun ini.

Menurut pantauan Okezone pada Sabtu, 25 Mei 2013, pukul 14.00 WIB, jalanan menuju Taman Wisata Candi Borobudur sudah padat dan macet. Padahal, saat itu sedang ada prosesi kirab biksu dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, salah satu bagian dari prosesi Waisak.

Memasuki kawasan Candi, antrean gerbangnya mengular. Tampaknya, tahun ini adalah tahun teramai perayaan Waisak di Borobudur. Sebagian turis berasal dari Jakarta dan sekitarnya, tak hanya dari Jawa Tengah atau Yogyakarta.

Pelataran Candi Borobudur sudah dialasi karpet kuning. Karpet yang seharusnya menjadi tempat duduk para umat Buddha justru dipenuhi turis, sebagian besar anak muda yang tidur-tiduran sambil bercanda ria. Jumlah turis bahkan lebih banyak dibandingkan umat Buddha yang ingin beribadah hingga cukup mengganggu kekhusyukannya.

Pukul 17.00 WIB, para biksu dari majelis-majelis yang sudah dua hari melakukan prosesi Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur sudah berkumpul di panggung pelataran. Hujan rintik-rintik turun, membuat para turis mengembangkan payungnya selama menunggu acara dimulai.

Hingga pukul 19.00, acara masih belum juga dimulai, padahal para biksu dan biksuni sudah berkumpul di panggung, siap untuk memanjatkan doa bersama. Hujan turun semakin deras, membuat pengunjung semakin resah.

"Maaf, acara belum dapat kami mulai karena masih menunggu kedatangan Menteri Agama, Suryadarma Ali," kata pembawa acara. Sontak, pengunjung menyoraki dengan teriakan "huuuu" panjang. Tak sedikit yang memaki. "Kami sudah menunggu lama!" "Kapan acara lampionnya?," begitu teriak turis-turis itu. Pembawa acara pun mencoba menenangkan pengunjung dengan menggunakan kata-kata mutiara dari kitab ajaran Buddha.

Sekira pukul 20.00 WIB, akhirnya Menteri Agama datang. Kedatangannya disambut sorakan kecewa yang panjang. Sorakan ini juga terdengar saat Suryadarma membacakan sambutan dan saat pemuka agama Buddha menyebutkan namanya.

Saat sambutan dari pemuka agama Buddha, pengunjung pun terdengar tak bisa tenang. Di sana-sini terdengar suara teriakan dan tawa mereka.

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dari biksu-biksu sembilan majelis yang hadir saat itu. Hujan masih turun deras, dan mirisnya pada saat pembacaan doa, pengunjung meringsek naik ke panggung.

Mereka naik ke panggung, berusaha berada sedekat mungkin dengan para biksu dan memotretnya. Hal ini tentu mengganggu panjatan doa mereka, apalagi pengunjung-pengunjung ini memotret dengan menggunakan flash.

"Tolong jangan naik ke altar, ini tempat yang tidak boleh dinaiki," kata seorang biksu kepada pengunjung. "Bila ingin berfoto, tolong memoto dari jauh, para biksu sedang berdoa," imbuhnya.

Namun, peringatan itu tidak dipatuhi pengunjung. Kejadian lebih ricuh lagi terjadi saat ritual Pradaksina, yaitu ritual para biksu mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali. Pengunjung semakin mendekat ke arah biksu, mencoba mengikuti mereka melakukan Pradaksina.

"Tolong, bagi pengunjung yang ingin juga melakukan Pradaksina, harap tertib. Jangan menghalangi jalannya biksu," demikian peringatan dari pembawa acara. Namun lagi-lagi diabaikan, bahkan seorang biksu terinjak-injak kakinya oleh pengunjung.

Usai Pradaksina, harusnya dimulai acara yang ditunggu-tunggu, yaitu pelepasan 1.000 lampion. Namun sayang, karena hujan masih turun dengan derasnya, pelepasan lampion terpaksa dibatalkan.

Teriakan dan keluhan marah dari pengunjung segera terdengar. Sebagian meninggalkan area candi, sebagian lagi ada yang naik ke panggung, mengambil bunga-bunga dan hiasan panggung. Area Borobudur menjadi sangat kotor oleh botol minuman, tisu, dan bekas bungkus makanan.

Waisak, yang seharusnya menjadi momen sakral ibadah umat Buddha, justru sebaliknya. Umat Buddha tidak dapat beribadah dengan tenang lantaran para turis penasaran menunggu pelepasan lampion, yang perhelatannya diadakan berbarengan.


semoga kita member Alpharian tidak menjadi bagian dari fotografer yang bertindak kurang etis saat menjalankan hobinya.
Hendaknya kita selalu menjaga kepentingan dan perasaan dari object yang kita foto.

Sekedar bahan untuk introspeksi diri.
Edited by Adonk on 29-05-2013 17:37
Alpharian not just a community, it's family.
ruud666
setyawanbepe wrote:

kalau kita gak bisa merubah mereka yg tidak etis...
mari kita merubah diri sendiri menjadi lebih etis...

eh! lupakan kata-kata saya...
itu bukan ajakan buat om-om tapi pengingat buat saya sendiri Grin


OM BEPEEEEEEE apa kabar om
selalu saja mengeluarkan statement bijaaaakk.
α
 
http://about.me/rudi.adhi
awandream
ruud666 wrote:

inisaya wrote:

Sebetulnya tidak hanya di acara2 keagamaan, nonton konser musik pun sekarang sudah gak nyaman. Para pemburu moment berdesakan di depan panggung, sementara para penonton cukup menikmati musik di belakang para pemburu moment.

Salam jepret... Grin


yap bener banget, d konser musik bertaraf International kamera DSLR itu ga boleh d bawa masuk.......peraturannya ya gitu, tapi realitasnya di dalem gigs banyak banget yang nenteng2 DSLR, belum lagi yang pasang blitz......walhasil terkadang artis Internasional terganggu dengan itu.

peraturannya udah ada, user nya yang tetep bandel.......


Kl DSLR dilarang, yg moto pake tablet juga harus dilarang... ngalah-ngalahin DSLR sekarang... moto pake tablet segede gaban diangkat2.... yang dibelakang jadi gak ngeliat hehehe... kamera yang pake tele lens saja kalah, karena ke halang tablet..
Intinya saling menghargai aja lah...
 
thuft
yang paling miris kalau lihat foto ini
i1304.photobucket.com/albums/s525/izzathuft/972032_10201410103518384_1852736202_n_zps20ecc4b7.jpg
i1304.photobucket.com/albums/s525/izzathuft/a1sbgw_zps4734e760.jpg

sumber foto :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10201410103518384&set=o.348802491877714&type=1
http://kask.us/hbLrN
ckckck, liat ceweknya itu manjat", yg diatas juga, apalagi yg adep"an sama orang beribadah,bener" kelewatan dah,
lha wong di beberapa tempat ibadah saya saja suara HP sudah mengganggu dan harus dimatikan, lha itu sliwar sliwer jepret"
Nyari lensa AF/manual? Kontak aja ::coffee::
 
https://www.facebook.com/muhammad.izzauddin.tufail
gokilballs
waww.. gasopan.. harusnya punya pikiran mana yg boleh dan yang gabolehh..
miris sekali///
RnLd
 
kaisar_didit
Hadeh...mending beli lensa tele aja, biar dapet jepretannya. Daripada ganggu yang bersangkutan.
Be creative...
 
kenzie25
saya juga kurang setuju dengan aksi oknum fotografer seperti ini. kenapa nggak pake lensa tele aja coba.
harga karoseri wing box - karoseri dump truck
 
http://www.patria.co.id
oops
Mungkin lebih mengejar moment dari pda sopansantun salam damai
Cuma memaknai isi bumi dengan cara berbeda
cek ig Hardiopez_scenepro
A77 sepasang Tamron dan Janda Minolta, plus seagul
 
slukman
toleransi nomero uno... gambar bagus numero duo hehehe
A77 mark II +16-50mm f2,8
 
looop
Wah, kalau begitu caranya bakalan nggak ada yang respect sama fotografer.

Jadi inget, di daerah deket rumah dulu, pernah ada kebakaran di salah satu rumah gara-gara masalah kabel yang terbakar, mungkin karena kabelnya berantakan dan nggak pakai kabel rak untuk merapikannya. Hampir semua warga bantu untuk memadamkan apinya, tapi ada satu orang yang sibuk foto rumah yang kebakaran itu. Sontak warga kurang respek sama orang itu dan jadi bahan pembicaraan.
Dalam dunia industri, kabel rak merupakan alat yang penting untuk membuat rangkaian kabel terlihat rapi.
 
Nyoongen7
Kadang sebagai orang yang hobby foto
miris dengan orang2 yang menghalalkan berbagai cara agar mendapat hasil foto yang bagus, walau dengan mengganggu kenyamanan orang
alangkah baiknya memakai lensa tele dan ga mengganggu orang yang beribadah
kalau saya lebih baik ga dapet moment daripada mengganggu
 
Nyoongen7
Kadang sebagai orang yang hobby foto
miris dengan orang2 yang menghalalkan berbagai cara agar mendapat hasil foto yang bagus, walau dengan mengganggu kenyamanan orang
alangkah baiknya memakai lensa tele dan ga mengganggu orang yang beribadah
kalau saya lebih baik ga dapet moment daripada mengganggu
 
Jump to Forum:
Regional Forum
Mulai jepret disini:
Region Anda tidak terdaftar? cek Disini
Login
Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.
Users Online
Guests Online: 0

Members Online: 0

Total Members: 10,911
Newest Member: joudymarsya
Latest videos
HUT AT 4 - Kilas Balik Alpharian Tangerang




Alpharian - 1st Gathering | 2nd Anniversary - Yogyakarta




Copyright Photo Gallery adalah milik member alpharian.com
Dilarang keras menggunakan Photo tersebut tanpa seijin pemilik.

Powered by PHP-Fusion copyright © 2002 - 2017 by Nick Jones.
Released as free software without warranties under GNU Affero GPL v3.
49,528,184 unique visits